Jumat, 18 Desember 2015

GUNUNG KERINCI SOLOK SELATAN SUMATERA BARAT


    Sekarang saya akan memperkenalkan Gunung Api yang masih aktif yang juga merupakan gunung tertinggi di Indonesia yaitu Gunung Kerinci. Gunung kerinci adalah suatu kebanggaan tersendiri bagiku karena terletak di daerah kelahiranku SOLOK SELATAN, yang mana gunung kerinci adalah gunung api tertinggi di indonesia yang memiliki ketinggian 3.800 m di atas permukaan laut. Pemandangan puncak gunung kerinci yang begitu indah selalu mengingatkan ku akan kampung halaman yang tercinta. biasanya setiap pagi aku selalu melihat indah nya gunung kerinci yang di kelilingi awan sambil berlari-lari di sekitar badan gunung kerinci yang besar dan tinggi.
    Perlu di ketahui bahwa  Gunung kerinci adalah gunung yang paling tertinggi dari permukaan laut di daerah kabupaten solok selatan yang mempunyai ketinggian mencapai + 3.805 m dari atas permukaan laut ini menjulang sendiri diantara perbukitan disekitarnya. Gunung yang begitu mempesona banyak memberi inspirasi bagi masyarakat solok selatan untuk melakukan pertualangan untuk mengetahui lebih jauh kekayaan aneka flora dan faunanya daerah solok selatan.
        Bangga menjadi bagian dari daerah yang terletak di sekitar bukit barisan tepatnya di kaki gunung kerinci.
 by : putera solsel firmansyah

Solok Selatan Kampuang Tacinto



       Saya firmansyah adalah putera solok selatan yang menimba ilmu di kota Pendidikan, Yogyakarta. saya ingin memperkenalkan daerah kelahiran saya, yaitu solok selatan, Padang, Sumatera barat.
     Kabupaten Solok Selatan adalah kabupaten yang terletak di bagian timur Provinsi Sumatera Barat. Kabupaten ini resmi dimekarkan dari Kabupaten Solok pada tahun 2004 mencakup wilayah seluas 3.346,20 km². Secara administratif kabupaten ini berbatasan langsung dengan Provinsi Jambi di sebelah selatan dan dikelilingi oleh tiga kabupaten lain di Sumatera Barat dari barat ke timur: Kabupaten Pesisir Selatan, Solok, dan Dharmasraya. Pusat pemerintahannya terletak di Padang Aro, sekitar 161 km dari pusat Kota Padang.
         Kampung saya terkenal dengan sebutan Nagari 1000 Rumah Gadang, Yang mana disana masyarakatnya nya masih memakai adat minangkabau yang tetap di pertahankan semenjak nenek moyang mereka, seperti masih menggunakan Rumah Gadang sebagai tempat tinggal mereka, mereka tidak malu tinggal di rumah adat daerah minang kabau walaupun katanya zaman sekarang sudah modern.
           Aku bangga bisa menjadi bagian dari putera Minang yang berasal dari solok selatan, daerah sumatera Barat yang agak terpelosok jauh dari kota padang, walaupun demikian solok selatan tidak kalah dengan daerah-daerah lain yang ada di sumatera barat. solok selatan adalah daerah yang kaya akan sumber daya alam nya, seperti tambang emas yang terbesar di sumatera barat misalnya. banyak masyarakat nya yang menjadikan mata pencaharian sebagai pendompeng emas / mencari emas, untuk menghidupi anak dan isteri mereka di rumah.
          sekian memaparan dari saya tentang daerah kelahiran ku yang sangat ku cintai, terima kasah,
kalau saudara ada kesempatan waktu mampir lah di gubuk ku yang sederhana.
By : Putera Solsel Firmansyah


KEMATIAN ADALAH KEPASTIAN


 " INNALILLAHI WAINNALILLAHI RAJIUN.. "

Sesungguhnya Hanya pada Allah lah semua akan kembali..
         Betapa banyak berita kematian yang sampai di telinga kita, mungkin mengabarkan bahwa tetangga kita, kerabat kita, saudara kita atau teman kita telah meninggal dunia, menghadap AllahTa’ala. Akan tetapi betapa sedikit dari diri kita yang mampu mengambil pelajaran dari kenyataan tersebut. Saudaraku, kita tidak memungkiri bahwa datangnya kematian itu adalah pasti. Tidak ada manusia yang hidup abadi. Realita telah membuktikannya. Allah Ta’ala telah berfirman.
        “Setiap jiwa pasti akan mengalami kematian, dan kelak pada hari kiamat saja lah balasan atas pahalamu akan disempurnakan, barang siapa yang dijauhkan oleh Allah Ta’ala dari neraka dan dimasukkan oleh Allah Ta’ala ke dalam surga, sungguh dia adalah orang yang beruntung (sukses).” (QS. Ali Imran : 185)
     Allah Ta’ala juga telah berfirman,
         “Katakanlah (wahai Muhammad) sesungguhnya kematian yang kalian lari darinya pasti akan mendatangi kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada Dzat Yang Maha Mengetahui apa yang tersembunyi dan apa yang nampak, kemudian Allah Ta’ala akan memberitahukan kepada kalian setiap amalan yang dahulu kalian pernah kerjakan.” (QS. Al Jumu’ah : 8)
         Saudaraku, kematian itu milik setiap manusia. Semuanya akan menjumpai kematian pada saatnya. Entah di belahan bumi mana kah manusia itu berada, entah bagaimanapun keadaanya, laki-laki atau perempuan kah, kaya atau miskin kah, tua atau muda kah, semuanya akan mati jika sudah tiba saatnya. Allah Ta’ala berfirman,
         “Dan bagi tiap-tiap jiwa sudah ditetapkan waktu (kematiannya), jika telah tiba waktu kematian, tidak akan bisa mereka mengundurkannya ataupun mempercepat, meskipun hanya sesaat” (QS. Al A’raf :34)
        Saudaraku, silakan berlindung di tempat manapun, tempat yang sekiranya adalah tempat paling aman menjadi persembunyian. Mungkin kita bisa lari dari kejaran musuh, selamat dari kejaran binatang buas, lolos dari kepungan bencana alam. Namun, kematian itu tetap akan menjemput diri kita, jika Allah Ta’alasudah menetapkan. Allah Ta’ala berfirman,
        “Dan dimanapun kalian berada, niscaya kematian itu akan mendatangi kalian, meskipun kalian berlindung di balik benteng yang sangat kokoh.” (QS. An Nisa : 78)
Kematian Adalah Rahasia Sang Pencipta
         Kematian manusia sudah Allah Ta’ala tetapkan atas setiap hamba-Nya sejak awal penciptaan manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya proses penciptaan manusia di dalam perut ibu, berlangsung selama 40 hari dalam bentuk air mani, kemudian menjadi segumpal darah yang menggantung selama 40 hari, kemudian menjadi segumpal daging  selama 40 hari juga. Kemudian Allah mengutus seorang malaikat untuk meniupkan ruh pada janin tersebut, dan diperintahkan untuk mencatat empat ketetapan : rezekinya, kematiannya, amalannya, dan akhir kehidupannya, menjadi orang bahagia ataukah orang yang celaka….” (HR. Bukhari dan Muslim)
Allah Ta’ala telah berfirman,
“Sesungguhnya di sisi Allah sajalah pengetahuan tentang (kapankah) datangnya hari kiamat, dan Dia-lah yang menurunkan air hujan, dan Dia lah yang mengetahui tentang apa yang ada di dalam rahim, dan tidak ada seorang pun yang mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dia kerjakan esok hari, dan tidak ada seorang pun yang mengetahui di bumi manakah dia akan mati..” (QS. Luqman : 34)
        Saudaraku, jika kita tidak tahu di bumi manakah kita akan mati, di waktu kapan kah kita akan meninggal, dan dengan cara apakah kita akan mengakhiri kehidupan dunia ini, masih kah kita merasa aman dari intaian kematian…? Siapa yang bisa menjamin bahwa kita bisa menghirup segarnya udara pagi esok hari…? Siapa yang bisa menjamin kita bisa tertawa esok hari…? Atau…. siapa tahu sebentar lagi giliran kematian Anda wahai Saudaraku…
         Di manakah saudara-saudara kita yang telah meninggal saat ini…? Yang beberapa waktu silam masih sempat tertawa dan bercanda bersama kita… Saat ini mereka sendiri di tengah gelapnya himpitan kuburan… Berbahagialah mereka yang meninggal dengan membawa amalan sholeh… dan sungguh celaka mereka yang meninggal dengan membawa dosa dan kemaksiatan…
Faidah Mengingat Kematian
        Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan dunia”. Kemudian para shahabat bertanya. “Wahai Rasulullah apakah itu pemutus kelezatan dunia?” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Kematian” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, hadits dari shahabat Abu Hurairah)
   Ad Daqaaq rahimahullahu mengatakan, “Barangsiapa yang banyak mengingat kematian, maka akan dianugerahi oleh Allah tiga keutamaan, [1] bersegera dalam bertaubat, [2] giat dan semangat dalam beribadah kepada Allah, [3] rasa qana’ahdalam hati (menerima setiap pemberian Allah)” (Al Qiyamah Ash Shugra, Syaikh Dr. Umar Sulaiman Al Asyqar)
Bersegera dalam Bertaubat
        Sudah dapat dipastikan bahwa manusia adalah makhluk yang banyak dosa dan kemaksiatan. Seorang manusia yang banyak mengingat kematian, dirinya sadar bahwa kematian senantiasa mengintai. Dia tidak ingin menghadap Allah Ta’ala dengan membawa setumpuk dosa yang akan mendatangkan kemurkaan Allah Ta’ala. Dia akan sesegera mungkin bertaubat atas dosa dan kesalahannya, kembali kepada Allah Ta’ala. Allah telah berfirman,
        “Sesungguhnya taubat di sisi Allahhanyalah bagi orang-orang yang mengerjakan keburukan dikarenakan kebodohannya, kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima taubatnya oleh Allah, dan Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana” (QS. An Nisa : 17)
        Maksud dari berbuat keburukan karena kebodohan dalam ayat di atas, bukanlah kebodohan seorang yang tidak mengetahui sama sekali bahwa apa yang dia kerjakan merupakan sebuah keburukan. Orang yang berbuat buruk dan tidak mengetahui sama sekali tidak akan dihukum oleh Allah. Akan tetapi yang dimaksud kebodohan di sini adalah seseorang yang mengetahui bahwa apa yang dia lakukan adalah keburukan, namun dia tetap saja melakukannya lantaran dirinya dikuasai oleh hawa nafsu. Inilah makna kebodohan dalam ayat di atas. (Syarah Qowaidul Arba’ Syaikh Sholeh Fauzan).
       Allah Ta’ala berfirman, “Dan bersegeralah menuju ampunan dari Rabb kalian dan menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang telah dipersiapkan (oleh Allah) bagi orang-orang ynag bertaqwa” (QS. Ali Imran : 133)
Giat dan Semangat dalam Beribadah kepada Allah
        Seorang yang banyak mengingat kematian, akan senantiasa memanfaatkan waktunya untuk beribadah kepada Allah Ta’ala. Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Abdullah Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, “Jadilah engkau di dunia ini bagaikan seorang yang asing atau seorang yang sedang menempuh perjalanan yang jauh ”, mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini, lantas Abdullah ibnu Umar berkata, “Jika engkau berada di sore hari jangan engkau tunggu datangnya pagi hari, jika engkau berada di pagi hari jangan engkau tunggu datangnya sore hari, pergunakanlah waktu sehatmu (dalam ketaatan kepada Allah) sebelum datangnya waktu sakitmu, dan pergunakanlah waktu hidupmu sebelum kematian datang menjemputmu.” (HR. Bukhari)
Rasa Qana’ah di Dalam Hati
      Allah Ta’ala akan menanamkan rasaqana’ah di dalam hati seseorang yang banyak mengingat kematian. Rasa qana’ahyang membuat seseorang merasa cukup terhadap setiap pemberian Allah Ta’ala,bagaimanapun dan berapa pun pemberian Allah. Suatu saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyampaikan nasehat kepada Abu Dzar. Abu Dzar berkata,
        “Kekasihku yakni Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintah tujuh perkara padaku, (di antaranya): Beliau memerintahkanku agar mencintai orang miskin dan dekat dengan mereka, dan beliau memerintahkan aku agar melihat orang yang berada di bawahku (dalam masalah harta dan dunia), juga supaya aku tidak memperhatikan orang yang berada di atasku. …” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)
       Seseorang yang banyak mengingat kematian, meyakini bahwa segala pemberian Allah dari perbendaharaan dunia adalah titipan dari Allah. Seluruhnya akan diambil kembali oleh Allah, dan akan dimintai pertanggung jawaban oleh AllahTa’ala atas seluruh pemberian tersebut. Nas’alullaha al afiyah.
Kehidupan setelah Kematian
         “Saudaraku, seandainya kematian merupakan tempat peristirahatan yang tenang dari seluruh keluh kesah hidup manusia di dunia… niscaya kematian merupakan suatu kabar gembira yang dinanti-natikan bagi setiap manusia… Akan tetapi kenyataannya berbeda… setelah kematian itu ada pertanggung jawaban dan ada kehidupan… kehidupan yang sebenarnya…”
        Diantara keimanan kepada hari kiamat adalah meyakini bahwa setelah kematian ini ada kehidupan. Semuanya akan berlanjut ke alam kubur kemudian ke alam akhirat. Di sana ada pengadilan Allah Ta’alayang Maha Adil. Semua manusia akan diadili, mempertanggung jawabkan setiap amalan yang dia perbuat.
Allah Ta’ala berfirman,
“Barangsiapa yang berbuat kebaikan meskipun sekecil biji dzarah, niscaya dia akan melihat hasilnya, dan barang siapa yang berbuat keburukan meskipun sekecil biji dzarah, niscaya dia akan melihat akibatnya” (QS. Al Zalzalah: 7-8)
Terakhir Saudaraku, jadilah orang yang cerdas. Orang yang cerdas dalam memandang hakikat kehidupan di dunia ini. Abdullah Ibnu Umar dia pernah berkata, ‘Aku bersama Rosulullahshallallahu ‘alaihi wasallam, lalu seorang laki-laki Anshar datang kepada beliau, kemudian mengucapkan salam kepada beliau, lalu dia berkata, ‘Wahai Rasulullah, manakah di antara kaum mukminin yang paling utama?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling baik akhlaknya di antara mereka.’Dia berkata lagi, ‘Manakah di antara kaum mukminin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat kematian di antara mereka, dan yang paling baik persiapannya setelah kematian. Mereka itu orang-orang yang cerdas.’” (HR. Ibnu Majah)
Semoga bermanfaat. Allahul Muwaffiq ila Aqwamit Thariq

Cara Membuat Rendang Padang Asli Empuk dan Enak


Resep Membuat Rendang Padang Asli Empuk dan Enak

Cara Membuat Rendang Padang Asli Empuk dan Enak 

      Saya sejak pertama kali menginjakkan kaki di tanah jawa sering gak makan, karena selera padang masih melekat di lidah ku, maka nya aku sekarang kelihatan kurus sampai-sampai kantong ku kering, karena aku sering gak makan dan kalau harus makan harus dengan selera makan kalau tidak selera makan ku tidak mood,  sebagai orang padang tulen, aku harus pintar masak supaya aku bisa menangkal mana kala ketika berada di daerah luar padang seperti di tanah jawa,  Rendang Padang, siapa yang belom mengenal makanan khas yang satu ini, hampir diseluruh indonesia mungkin sudah banyak yang menjualnya, bahkan dinegara lain pun sudah ada loh. Makanan yang berbahan utama dari daging sapi yang diungkep, kemudian ditambahkan dengan rempah-rempah pilihan sehingga menjadikan makanan ini sangat enak dan lezat. Ditambah dengan bisa tahan lamanya makanan ini hingga berbulan-bulan yang menjadikan makanan ini lebih istimewa. Sangat menggoda bukan makanan yang satu ini, apalagi bagi anda yang sering makan di rumah makan andalas, minang dan lain-lain, pasti sudah bertambah rasa laparnya ketika mendengarnya, tenang saja resep rendang yang disajikan disini enggak kalah enak dan empuk dengan aslinya, soalnya resep dan carnya didapat langsung dari orang padang yang punya restoran padang yang sangat enak. Silahkan langsung mencobanya sendiri, sebagai berikut.

Resep Membuat Rendang Padang Asli Empuk dan Enak
Bahan
  • 1 kg Daging sapi pilihan, potong ukuran sesuai selera
  • 3 buah kelapa Tua, jadikan santan kental
  • 15 butir Bawang merah
  • 8 siung Bawang putih
  • 1 ons Cabai merah (kriting)
  • 2 cm Jahe
  • 2 cm lengkuas memarkan
  • 1 sendok teh merica bubuk
  • 2 batang Sereh geprek terlebih dahulu
  • 2 biji asam kandis
  • 2 buah Bunga pekak
  • 3 lembar Daun jeruk
  • 4 lembar Daun salam
  • 1 lembar Daun kunyit
  • Garam
  • Gula pasir
Bahan pelengkap
  • Kelapa serundeng yang sudah disangrai terlebihdahulu
  • 1 ons Hati sapi potong dadu kecil kemudian rebus
  1. Haluskan terlebih dahulu bawang merah dan putih, cabai, jahe dan lengkuas
  2. Mulai ungkep daging sapi yang sudah dipotong-potong dengan bumbu yang dihaluskan, tunggu sampai ber uap dan daging ungkepan kering.
  3. Masukan santan kental, merica bubuk, sereh, asam kandis, bunga pekak, daun jeruk, daun salam, garam dan gula pasir, kemudian aduk hingga merata, jangan lupa daun kunyit juga tapi sobek-sobek terlebihdahulu
  4. Tunggu sampai santan mendidih, dan sedikit mengeluarkan minyak, kemudian kecilkan api
  5. Campurkan bahan pelengkap kedalam rendang kemudian aduk lagi sampai merata
  6. Usahakan terus di aduk-aduk agar rendang tidak menempel pada wajan, tunggu sampai rendang berubah warna dan mengering
  7. Angkat rendang, dan siap untuk disajikan.
Tips tambahan
  1. Untuk menambah keempukan daging rendang yang kita buat usahakan daging yang sudah dipotong sebaiknya dipukul atau digeprek terlebih dahulu baru kemudian di ungkep
  2. Dalam proses pengungkepan daging rendang yang empuk dan enak biasanya memerlukan waktu yang agak lama kurang lebih semalaman penuh atau seharian, agar bumbu yang dipakai meresap
  3. Dalam memasak santan usahakan santan tidak pecah dan caranya dengan menggunakan gerakan memutar ke atas seperti ketika menimba.
Itulah Resep Membuat Rendang Padang Asli Empuk dan Enak, sajikan untuk lebih nikmatnya menggunakan nasi hangat, lalapan dan sambel ijo.
  Samba Randang Minang.
By : Firmansyah putera minang

Selasa, 15 Desember 2015

Keutamaan Menjaga Lisan dan Buah Hasilnya


Banyak orang merasa bangga dengan kemampuan lisannya (lidah) yang begitu fasih berbicara. Bahkan tak sedikit orang yang belajar khusus agar memiliki kemampuan bicara yang bagus. Lisan memang karunia Allah yang demikian besar. Dan ia harus selalu disyukuri dengan sebenar-benarnya. Caranya adalah dengan menggunakan lisan untuk bicara yang baik atau diam. Bukan dengan mengumbar pembicaraan semau sendiri.
Orang yang banyak bicara bila tidak diimbangi dengan ilmu agama yang baik, akan banyak terjerumus ke dalam kesalahan. Karena itu Allah dan Rasul-Nya memerintahkan agar kita lebih banyak diam. Atau kalaupun harus berbicara maka dengan pembicaraan yang baik. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (Al-Ahzab: 70)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Al-Imam Al-Bukhari hadits no. 6089 dan Al-Imam Muslim hadits no. 46 dari Abu Hurairah)
Lisan (lidah) memang tak bertulang, sekali engkau gerakkan sulit untuk kembali pada posisi semula. Demikian berbahayanya lisan, hingga Allah dan Rasul-Nya mengingatkan kita agar berhati-hati dalam menggunakannya.
Dua orang yang berteman penuh keakraban bisa dipisahkan dengan lisan. Seorang bapak dan anak yang saling menyayangi dan menghormati pun bisa dipisahkan karena lisan. Suami istri yang saling mencintai dan saling menyayangi bisa dipisahkan dengan cepat karena lisan. Bahkan darah seorang muslim dan mukmin yang suci serta bertauhid dapat tertumpah karena lisan. Sungguh betapa besar bahaya lisan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang dibenci oleh Allah yang dia tidak merenungi (akibatnya), maka dia terjatuh dalam neraka Jahannam.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6092)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
Sesungguhnya seorang hamba apabila berbicara dengan satu kalimat yang tidak benar (baik atau buruk), hal itu menggelincirkan dia ke dalam neraka yang lebih jauh antara timur dan barat.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6091 dan Muslim no. 6988 dari Abu Hurairah Rad. )
Al-Imam An-Nawawi mengatakan: “Hadits ini (yakni hadits Abu Hurairah yang dikeluarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim) teramat jelas menerangkan bahwa sepantasnya bagi seseorang untuk tidak berbicara kecuali dengan pembicaraaan yang baik, yaitu pembicaraan yang sudah jelas maslahatnya dan kapan saja dia ragu terhadap maslahatnya, janganlah dia berbicara.” (Al-Adzkar hal. 280, Riyadhus Shalihin no. 1011)
Al-Imam Asy-Syafi’i mengatakan: “Apabila dia ingin berbicara hendaklah berpikir dulu. Bila jelas maslahatnya maka berbicaralah, dan jika dia ragu maka janganlah dia berbicara hingga nampak maslahatnya.” (Al-Adzkar hal. 284)
Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Al-Imam An-Nawawi mengatakan: “Ketahuilah, setiap orang yang telah mendapatkan beban syariat, seharusnya menjaga lisannya dari semua pembicaraan, kecuali pembicaraan yang sudah jelas maslahatnya. Bila keadaan berbicara dan diam sama maslahatnya, maka sunnahnya adalah menahan lisan untuk tidak berbicara. Karena pembicaraan yang mubah bisa menarik kepada pembicaraan yang haram atau dibenci, dan hal seperti ini banyak terjadi. Keselamatan itu tidak bisa dibandingkan dengan apapun.”
Keutamaan Menjaga Lisan
Memang lisan tidak bertulang. Apabila keliru menggerakkannya akan mencampakkan kita dalam murka Allah yang berakhir dengan neraka-Nya. Lisan akan memberikan ta’bir (mengungkapkan) tentang baik-buruk pemiliknya. Inilah ucapan beberapa ulama tentang bahaya lisan:
1. Anas bin Malik : “Segala sesuatu akan bermanfaat dengan kadar lebihnya, kecuali perkataan. Sesungguhnya berlebihnya perkataan akan membahayakan.”
2. Abu Ad-Darda’ : “Tidak ada kebaikan dalam hidup ini kecuali salah satu dari dua orang yaitu orang yang diam namun berpikir atau orang yang berbicara dengan ilmu.”
3. Al-Fudhail : “Dua perkara yang akan bisa mengeraskan hati seseorang adalah banyak berbicara dan banyak makan.”
4. Sufyan Ats-Tsauri : “Awal ibadah adalah diam, kemudian menuntut ilmu, kemudian mengamalkannya, kemudian menghafalnya lantas menyebarkannya.”
5. Al-Ahnaf bin Qais : “Diam akan menjaga seseorang dari kesalahan lafadz (ucapan), memelihara dari penyelewangan dalam pembicaraan, dan menyelamatkan dari pembicaraan yang tidak berguna, serta memberikan kewibawaan terhadap dirinya.”
6. Abu Hatim : “Lisan orang yang berakal berada di belakang hatinya. Bila dia ingin berbicara, dia mengembalikan ke hatinya terlebih dulu, jika terdapat (maslahat) baginya maka dia akan berbicara. Dan bila tidak ada (maslahat) dia tidak (berbicara). Adapun orang yang jahil (bodoh), hatinya berada di ujung lisannya sehingga apa saja yang menyentuh lisannya dia akan (cepat) berbicara. Seseorang tidak (dianggap) mengetahui agamanya hingga dia mengetahui lisannya.”
7. Yahya bin ‘Uqbah: “Aku mendengar Ibnu Mas’ud berkata: ‘Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang benar selain-Nya, tidak ada sesuatu yang lebih pantas untuk lama dipenjarakan dari pada lisan.”
8. Mu’arrifh Al-‘Ijli : “Ada satu hal yang aku terus mencarinya semenjak 10 tahun dan aku tidak berhenti untuk mencarinya.” Seseorang bertanya kepadanya: “Apakah itu wahai Abu Al-Mu’tamir?” Mua’arrif menjawab: “Diam dari segala hal yang tidak berfaidah bagiku.”
(Lihat Raudhatul ‘Uqala wa Nuzhatul Fudhala karya Abu Hatim Muhamad bin Hibban Al-Busti, hal. 37-42)
Buah Menjaga Lisan
Menjaga lisan jelas akan memberikan banyak manfaat. Di antaranya:
1. Akan mendapat keutamaan dalam melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya. Abu Hurairah Rad. meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6090 dan Muslim no. 48)
2. Akan menjadi orang yang memiliki kedudukan dalam agamanya.
Dalam hadits Abu Musa Al-Asy’ari, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam ketika ditanya tentang orang yang paling utama dari orang-orang Islam, beliau menjawab:
“(Orang Islam yang paling utama adalah) orang yang orang lain selamat dari kejahatan tangan dan lisannya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 11 dan Muslim no. 42)
Asy-Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali mengatakan: “Hadits ini menjelaskan larangan mengganggu orang Islam baik dengan perkataan ataupun perbuatan.” (Bahjatun Nazhirin, 3/8)
3. Mendapat jaminan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam untuk masuk ke surga.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda dalam hadits dari Sahl bin Sa’d :
Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang berada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka aku akan menjamin baginya al-jannah (surga).” (HR. Al-Bukhari no. 6088)
Dalam riwayat Al-Imam At-Tirmidzi no. 2411 dan Ibnu Hibban no. 2546, dari shahabat Abu Hurairah Rad. , Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalambersabda:
Barangsiapa yang dijaga oleh Allah dari kejahatan apa yang ada di antara dua rahangnya dan kejahatan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka dia akan masuk surga.”
4. Allah akan mengangkat derajat-Nya dan memberikan ridha-Nya kepadanya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda dalam hadits dari Abu Hurairah Rad. :
Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat dari apa yang diridhai Allah yang dia tidak menganggapnya (bernilai) ternyata Allah mengangkat derajatnya karenanya.” (HR. Al-Bukhari no. 6092)
Dalam riwayat Al-Imam Malik, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali dalam Bahjatun Nazhirin (3/11), dari shahabat Bilal bin Al-Harits Al-Muzani bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu kalimat yang diridhai oleh Allah dan dia tidak menyangka akan sampai kepada apa (yang ditentukan oleh Allah), lalu Allah mencatat keridhaan baginya pada hari dia berjumpa dengan Allah.”
Demikianlah beberapa keutamaan menjaga lisan. Semoga kita diberi kemampuan oleh Allah untuk melaksanakan perintah-Nya dan perintah Rasul-Nya dan diberi kemampuan untuk mengejar keutamaan tersebut. Wallahu a’lam.

Fitnah Fitnah Dajjal di Akhir Zaman

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اللهم لك الحمد شكرا ولك المن فضلا وأنت ربنا حقا
َاللهم صل على سيدنا محمد نورك الساري ومددك الجاري واجمعني به في كل أو طاري وعلى آله وصحبه يا نور
Hadirin hadirat rahimakumullah. Wabil khusus para sesepuh kita dan para tetamu kita, tamu kita Syaikh Ramy Najmudin dari Australia, semoga kedatangan beliau disini menjadi penyebab tambahan rahmat dari Allah swt dan semoga Allah swt memberkati langkah kaki beliau yang menggerakkan kaki beliau kesini yang semata mata karena mahabbah, kecintaan kepada sesama saudaranya seiman. Jazzakumullah khiran Jazza.
Hadirin rahimakumullah. Kita bersyukur kepada Alah swt atas segala nikmat karunia dari Allah swt, betapa banyak nikmat yang Allah kucurkan kepada kita, kita tidak bisa menghitung satu persatu betapa banyak nikmat dan betapa besar karunia Allah swt. Tapi yang ingin saya ingatkan disini kita beryukur wabil khusus Majelis Rasulullah saw dan para muslimin di indonesia yang sering kedatangan tamu Ulama ulama sholihin dari segenap penjuru dunia.
Sudah menjadi rutin setiap tahun negeri kita di kunjungi Guru Mulia kita Al Habib Umar bin Hafidh, begitu juga para ulama ulama yang lain dan yang belum lama mendatangi kita Al Habib Al Imam Al Arif Billah Al Habib Abu Bakar bin Ali bin Abu Bakar bin Alawi bin Abdurrahman Al Masyhur, seorang ulama besar, seorang wali Allah besar, seorang yang merupakan keturunan ulama ulama besar yang semua nasab mulia beliau adalah dari orang orang tua yang hafal Al Qur’an dan merupakan ulama dan para aulia Allah, sampai kepada nasab datuk beliau, Rasulullah Saw. Beliau datang semata mata karena rahmat beliau terhadap umat Islam dan sebagai kewajiban atas amanah yang dititipkan oleh Rasulullah Saw kepada para ulama kepada para pewaris untuk menyampaikan dakwah dan pengajaran Nabi Muhammad Saw. Dan insya Allah dalam hari ini kita juga akan kedatangan seorang ulama besar dari Mekkah seorang keturunan dai Syekh Abdul Qadir al Jailanai yaitu Al habib Umar bin Hamid al Jailani. Yang rencana nya malam ini akan kunjung kesini tapi karena satu lain hal dan berhalangan tapi Insya allah nanti lain waktu beliau akan hadir di Majelis Rasulullah Saw.
Hadirin rahimakumullah. Saya ingin memberanikan diri untuk menyampaikan dan menjelaskan sedikit yang pahami dari dakwah Al imam Al habib Abu Bakar bin Ali al Masyhur, karena dakwah beliau ini adalah sesuatu yang sangat sangat penting dan merupakan jalan keselamatan kita di akhir zaman. Kita tahu akhir zaman adalah seperti yang disampaikan Nabi Muhammad Saw dan di berikan kepada umat nya bahwa akan banyak fitnah fitnah, dalam arti perpecahan, pertikaian atau cobaan dan bala dari Allah Swt, akan tetapi bagi orang yang berpegang teguh dan mengikuti petuah Nabi Muhammad Saw, Insya Allah dia akan selamat dan fitnah serta cobaan tersebut akan menjadikan derajat mulia yang tinggi. Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw menyampaikan  Akan terjadi banyak fitnah di akhir zaman, cobaan, perpecahan pertikaian, dan orang yang bersabar pada masa tersebut dan beribadah, dianjurkan memperbanyak ibadah di akhir zaman tersebut, maka bagi mereka pahala lima puluh orang Syahid.
Para sahabat bertanya,  Dari golongan kita lima puluh syahid atau dari golongan mereka ? Dan Rasulullah saw   ‘’bahkan dari golongan kalian”. Jadi luar biasa pahala yang Allah Swt janjikan bagi orang yang tertimpa muibah fitnah, perpecahan peperangan, sebagaimana kita lihat saudara saudara kita di Syam, di Irak, di Yaman dan di banyak penjuru dunia. Kita bersyukur, negeri kita masih aman dan selamat dari musibah yang menimpa saudara saudara kita. Al habib Abu Bakar bin Ali al Masyhur yang beliau sudah lama sekitar 20 tahun atau 30 tahun lebih, beliau mengangkat suatu ilmu yang sebenar nya adalah warisan dari Nabi Muhammad Saw tapi seperti sesuatu yang baru. Yaitu ilmu tentang perubahan zaman, ilmu tetang gejolak fitnah, pertikaian dan tanda tanda akhir zaman. Dan beliau namakan ini adalah Fiqih Tahawulat, barangkali yang pernah baca di internet atau mendengar ceramah beliau sering mendengar fiqih tahawulat, fiqih disini arti nya ilmu atau pemahaman dan tahawulat kalau bahasa modern nya yaitu transformasi, atau berarti perubahan zaman.
Semua kejadian kejadian, Rasulullah saw secara garis besar telah menyebutkan akan terjadi berbagai hal sampai kedatangan akhir zaman sampai kiamat sudah disebutkan oleh Rasulullah Saw. Ada yang diriwayatkan dengan riwayat yang shahih, ada juga riwayat yang Hasan, dua riwayat ini merupakan riwayat yang kuat yaitu riwayat yang shahih dan riwayat yang hasan. Tapi tidak sedikit juga riwayat tetang keadaan keadaan akhir zaman yang diriwayatkan oleh hadits Dhaif. Hadits dhaif ini bukan berarti kita membuang nya, yang nama nya hadits itu tetap dari Rasulullah Saw hanya membedakan hadits Shahih, hadits hasan atau hadits dhaif periwayat nya itu ada kekurangan, tidak sampai nya periwayat kepada sifat utama yang tertinggi, berupa hafalan yang kuat, berupa keistiqamahan, berupa orang orang yang alim dan sebagaia nya dan riwayat yang dhaif ini diriwayatkan orang orang yang tidak memenuhi kriteria tersebut. Tapi bukan hadits palsu, dan boleh kita menggunakan hadits dhaif tersebut selain dalam urusan halal dan haram, atau dalam menetapkan hukum hukum aqidah yang berkaitan dengan tauhid.
Disini beliau banyak mengarang tentang fiqih tahawulat, begitu juga tentang fiqih al maugif, bagaimana sikap kita umat Islam menyikapi dalam kejadian kejadian akhir zaman yang telah diperingatkan oleh Rasulullah Saw. Kenapa? karena Rasulullah saw ini sebagaimana disebutkan dalam al qurqan
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ “
Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang yang beriman” (Surat At Taubah Ayat 128). Rasulullah saw tidak ingin kita masuk neraka, tidak ingin kita celaka. Rasulullah saw ketika haji wada’ dan ketika beliau berdiri dipadang Arafah pada tanggal 9 Arafah di negeri haram atau ditanah haram pada bulan haji dan dihadiri oleh mayoritas sahabat yang pergi pada saat itu, Rasulullah saw memperingatkan tentang kehormatan darah seorang muslim. Janganlah kalian berperang satu dengan yang lain seperti zaman Jahiliah.
Begitu juga ada satu kisah dimana sahabat Rasulullah Saw, diantara nya sahabat yang paling dicintai Rasulullah Saw yaitu Usamah bin Zaid bin Haritsah, Zaid bin Haritsah ayah dari Usamah dahulu pernah diangkat menjadi anak oleh Rasulullah Saw, sampai ada yang menyebutnya Zaid bin Muhammad sampai turun ayat Al Quran membatalkan hukum tentang peranakan itu yang tidak boleh memanggil dengan nama ayah angkat panggilan tetap harus dengan nama ayah aseli nya . Maka dipanggil Zaid bin Haritsah, dari kecil diasuh oleh Rasulullah saw bahkan diangkat menjadi anak. Zaid ini adalah salah satu sahabat yang paling dicintai oleh Rasulullah Saw, putra beliau Usamah beliau juga salah satu yang dicintai oleh Rasulullah Saw sampai beliau digelari Hibbu Rasuluillah ibnu Hibbu Rasulillah, kesayangan nya Rasulullah, putra kesayangan nya Rasulullah, sehingga para sahabat sahabat kalau ada urusan dan kepentingan kepada Raulullah Saw terkadang mereka mengutus Usamah bin Zaid karena mereka tahu kalau Rasulullah sangat cinta kepada Usamah bin Zaid radhiyallahuanhuma.
Dalam suatu peperangan yang Rasulullah Saw mengutus kelompok sahabat untuk berperang, namun Rasulullah Saw tidak hadir, dalam pertempuran itu melawan orang orang kafir ,dan sahabat Usamah bin Zaid berhadapan dengan salah seorang musuh kafir, dan berhasil memojokkan nya dan sudah hampir berhasil membunuh nya dalam pertempuran berdua itu hingga sudah tidak berdaya musuh nya dan ingin di tebaskan pedang oleh Usamah bin Zaid dalam jihad fisabilillah, maka orang kafir itu mengucapkan Laa ilaa illallah, maka Usamah bin Zaid ragu dan beliau melihat musuh nya itu berpura pura hanya untuk agar selamat dari peperangan, maka seketika itu musuh tetap di bunuh dengan pedang oleh Usamah bin Zaid. Dan kejadian ini kemudian dilaporkan oleh para ahabat yang lain kepada Rasulullah Saw, maka Rasulullah Saw pun murka dan marah. dan Beliau berkata  “Apakah engkau bunuh dia setelah dia mengucap Laa ilaha illallah? Dan sahabat Usamah menjawab.  Ya rasulullah, dia mengucapkan itu semata mata hanya agar dia selamat dari mati dan pedang bukan karena ingin beriman. Karena ketika dia akan dibunuh baru dia berucap Laa ilaha illallah. Tapi Rasulullah saw tidak menerima penyampaian dari Usamah itu,   Dilulang kalimat tadi oleh Rasulullah saw, Ya Usamah apakah engkau bunuh dia setelah mengucap Laa ilaha illallah ? dan Sahabat Usamah menjawab Ya Rasulullah Saw, dia berucap hanya untuk menyelamatkan diri dari mati atau pedang dan dia tidak bersungguh sungguh. Dan Rasulullah saw berkata   “Apakah kau belah dada nya sampai kau dapati hati nya tidak ada mengucap kalimat itu dengan sungguh sungguh hanya berpura pura?. Sampai Usamah bin Zaid menyesal dengan sangat menyesal atas perbuatan nya tersebut. Dan disinilah Rasulullah Saw menekan kan kepada para sahabat, keagungan kemuliaan seseorang yang mengucapkan kalimat Laa ilaha illallah, haram darah nya kita tumpahkan kecuali dengan alasan yang ditetapkan dalam syariat kita seperti dia membunuh orang lain, atau dia berzina sedang dia pernah menikah dengan qishas. Dizaman kita sekarang kita melihat umat Islam berpecah belah, bukan hanya di Yaman yang baru baru ini ataupun di Irak ataupun di suriah, di Mesir, Libanon, ataupun di Pakistan ataupun di banyak negeri bahkan di negeri kita sering kita baca orang yang mengebom dengan bom bunuh diri, yang membunuh dan terbunuh muslim juga, mereka menghalalkan darah umat Islam dan menganggap jihad fisabilillah, menganggap mereka mati syahid. Ini karena mereka jauh, tidak mengenal dari ajaran Rasulullah saw. Disini al habib Abu Bakar bin Ali Al Masyhur menjelaskan tentang hadits hadits Rasulullah Saw yang menceritakan tentang fitnah fitnah akhir zaman dan bagaimana sikap kita umat Islam terhadap gejolak tersebut.
Dan Rasulullah Saw sudah menuntun diantara nya hadits. Bahwasanya akan datang fitnah dan siapa orang yang duduk lebih bagus, lebih baik dari orang yang berdiri dan orang yang berdiri lebih afdhal dari orang yang berjalan, orang yang berjalan lebih afdhal dari orag yang berlari. Orang yang mengangat kepala nya atau melongok ingin tahu ikut campur maka fitnah akan mengenai nya. Pada saat itu Rasulullah Saw mengatakan, Jangan lah kita ikut kelompok kelompok yang bertikai, bahkan jaga mulut kita, jangan lah kita mendukung yang sana atau yang sini, Rasulullah Saw menyebutkan kepada para sahabat     “Jangan engkau jadi salah satu dari kedua kelompok yang bertikai”.
Maka kita selamatkan diri kita dari fitnah, bahkan kalau bisa kita damaikan إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ “sesungguh nya semua mukmin bersaudara ” (Surat Al Hujuraat Ayat 10). Kalau bisa maka kita damaikan mereka, jika kita tidak bisa minimal kita berdoa kepada Allah swt semoga mendamaikan umat Islam.
Juga al habib Abu Bakar Masyhur, sebagaimana kita mendengar dari murid murid beliau, inti dari keinginan beliau dalam umat Islam ada dua perkara yaitu Menjaga lisan kita, jangan ikut campur jangan mendukung salah satu kelompok yang bertikai, atau jaga lisan dari mencela mereka, karena mereka juga muslim yang mengucap Laa ilaha illallah, kita doakan mereka. Karena yang membuat fitnah ini godaan syaitan dan musuh musuh Islam dibelakang sana.Tapi Allah Swt Maha sanggup untuk menyelesaikan segala nya. Yang kedua, jaga tangan kita dari darah orang muslim, jangan berperang dan jangan ikut campur. Ini adalah agar kita selamat dan kita masih ingat juga,yang disampaiakn Guru Mulia kita al habib Umar bin Hafidh, pesan beliau beberapa tahun yang lalu dan sering beliau ulang, seperti yang beliau sampaikan di Monas yang lalu, tentang kedatangan dajjal. Ini adalah fitnah yang Rasulullah Saw menyampaikan, Tidak ada fitnah yang lebih besar melebihi dari fitnah dajjal. Tiap tahun bertambah fitnah dan fitnah yang lebih dahsyat hingga munculnya dajjal. Kita tidak tahu kapan akan terjadi, tapi Guru Mulia kita Al habib Umar bin Hafidh menyatakan, siapa diantara kalian yang Allah panjangkan umurnya akan mendapatkan zaman tersebut.
Dan beliau berpesan dan agar disebarkan agar membaca surat Al kahfi sepuluh ayat pertama atau sepuluh ayat yang terakhir, dianjurkan agar dihafalkan, jika ia dibaca setiap hari agar hafal. Kalau malam jumat hari jumat baca Surat Al kahfi seluruh nya, tapi minimal hapal sepuluh ayat. Karena Rasulullah saw menyatakan, Barang siapa menghapal sepuluh ayat pertama surat Al kahfi maka aman dari fitnah dajjal. Maka ajarkan pada para wanita, para anak anak muda terlebih kepada yang di desa dan dikota juga, ajarkan kepada mereka. Karena pada zaman dajjal, hampir seluruh permukaan bumi akan kafir beriman pada dia. Karena pada zaman itu cobaan dari Alah Swt begitu besar, tidak ada air satu tetes air turun dari langit, tidak ada hujan, tumbuhan tidak ada yang tumbuh, semua orang akan kelaparan , orang yang tidak kuat iman, maka dajjal membawa makanan bahkan menyuruh langit untuk turun hujan, memerintah tanah untuk menumbuhkan tanaman, Tapi Rasulullah Saw menyampaikan bahwa dia ini adalah kafir dan tidak boleh kita percaya. Dan masih banyak lagi yang berkaitan dengan akhir zaman.
لَّآ 

RINGKASAN TAUSIYAH AL HABIB ABU BAKAR bin ALI AL MAHSYUR AL ADNI di Masjid Almunawar Pancoran – Majlis Rasulullah SAW 18 Mei 2015



22MEI
Ringkasan ceramah Al Alim Al Al Allamah Alhabib Abubakar bin Ali Al Mahsyur Al Adni di Jalsahtul Itsnain Majelis Rasulullah saw 18 Mei 2015
IMG_115313703054099
Semoga Allah memberikan keberkahan buat Habib Munzir Almusawa yg mana beliau mendirikan ini sebagaimana Habibana Umar mendirikan nya di tarim
Dan dengan majelis semacam ini akan turun rahmat dan kasih sayang sesama muslim, selama majelis seperti itu terus berlanjut yang didalamya dibacakan sirah nabi saw
Dan Allah swt berfirman tdklah aku mengutus engkau wahai muhammad terkecuali rahmat bagi semua Alam
Majelis seperti ini hendaknya tersebar dimana2 agar banyak mereka mengenal nabi muhammad saw
Keberkahan majelis2 seperti ini bagi mereka yang melihat, mendengarkan dan hadir
Apa yg kalian perlihatkan ini adalah gambaran kecintaan kita kepada nabi muhammad, kerinduan kita kpd beliau dan ini juga adalah gambaran bagaimana kita mencintai Allah swt dan aku lihat dari wajah kalian kecintaan kepada Allah dan Rasulullah yang begitu tinggi
Nabi saw menganjurkan kita agar kita mengenal sosok nabi muhammad, akhlak, adab dan dakwahnya, hendaklah kita mengikuti langkahnya beliau saw
Nabi saw pernah suatu hari keluar kepada sahabatnya dan beliau mengatakan aku adalah orang yang paling baik dari yang paling baik dan aku lahir dari terbebas zina hinga kepada nabi adam, dan aku adalah bapak daripada bapak
Nabi saw datang kpd kita mengajarkan perkara2 yg baik dan benar sehingga kita tdk lagi mengikuti orang2 jaman jahiliah, telodor mereka terhadap akhlak dan sirah nabi saw menyebabkan banyaknya hal yang mengikuti kebiasaan kaum jahiliah
Telah banyak kabar yang tdk baik, film2 yang menjauhkan kita kpd Allah, hendaknya kita ajarkan anak2 kita mengenal sejarah nabi saw
Kita banyak juga melihat orang2 dibesarkan dengan media baik dengan pangkatnya, dengan pemain bola, dengan artisnya sehingga banyak anak2 kita mencintai mereka dan mengidolakan mereka dengan kegilaan, seharusnya kita mengenalkan sirah nabi saw karena dapat menjadikan anak kita berakhlak meskipun ada sebagian orang yang mengingkari nya dan itu disayangkan sekali
Pengajian yg diadakan ini dengan bersolawat kepada nabi muhammad, membaca ilmu yg bermanfaat, ini merupakan bentuk khidmat kita untuk menyebarkan syariat nabi muhammad
Wasilah seperti ini adalah sama seperti wasilah2 yg diadakan oleh para salafunas soleh hingga banyak yg masuk islam diberbagai wilayah dengan mendengarkan majelis ini
Negeri ini kedatangan islam dengan berkah wali songo dengan khidmah dan mauizah hasanah juga mengkisahkan tentang nabi sehingga tersebarnya islam di indonesia dengan keamanan
Jikalau kisah2 para wali disebutkan itu sangat baik, terlebih dengan menyebutkan kisah sang nabi saw
Apa yg disampaikan tadi dlm penyambutan hendaknya hadirnya kita ini dengan berkiblat kepada nabi muhammad dan orang2 setelah nabi muhammad yang tersambung kepada nabi muhammad saw
Dan madzab yg ada di indonesia yang dibawa oleh para ulama hendaknya kita memperhatikan
  1. kita menjalankan dan berpegang teguh terhadap akidah ahlussunah waljamaah. Mengenal, mengakui apa yg dibawa oleh mereka akidah yg benar yg tdk keluar dari para salafunas soleh
  2. Imu tasawuf
    Adalah ilmu yg diisyaratkan dengan hadis nabi saw jika kalian menyembah Allah hendaklah kalian melihat Allah, jika kalian tdk melihat Allah yakinlah bahwa Allah melihat kalian.
    Memperbaiki kesalahan pribadi kita. yg terpenting adalah memperbaiki kesalahan2 yg terjadi didiri kita, sungguh tdk benar dalam akidah kita mengkafirkan sesama muslim dan menghalalkan darah sesama muslim
  3. mencintai keluarga nabi saw
    Adalah bagian daripada syariat Allah dan mencintai mereka karena Allah dan Rasulullah saw, namun dalam batasan syariat hendaknya tdk mencaci kaum muslimin dan menumpahkan darah kaum muslimin, dan apabila ada orang yg mengaku mencintai ahlul bait tetapi dia mencaci kaum muslimin maka ia tetap dalam agamanya tetapi ia telah keluar dari syariat yg diajarkan nabi saw
Tujuan kita satu mengikuti kitabullah dan sunah nabi saw
Dan kita saat ini dalam periode akhir zaman yg dibutuhkan ilmu dan perjalanan yg khusus yg telah disebutkan oleh Rasulullah saw
Nabi saw mengajak para sahabat juga umatnya dan mengatakan kepada mereka sesungguhnya kalian tertimpa penyakit umat dengan kebencian kepada sesamanya, ia akan memotong agama, permusuhan di akhir zaman akan menghancurkan agama mereka sendiri. Orang2 yg berperang sesama muslim mereka dikatakan oleh Allah tdk berjalan dijalan nya Rasulullah tetapi hanya mengikui nafsu mereka, kunci dari jalan keluar itu agar kita tdk ada sifat hasud, dengki kpd muslimin, sebarkanlah salam diantara kalian
Para ulama hendaknya saatnya bersatu untuk menyatukan syariat Allah dan untuk melawan musuh mereka berupa waktu dan kedaan yg ada
Jangalah kalian saling berebutan, perpecahan antara muslimin adalah perbuatan syetan, hendaknya kita mempersatukan umat, menghilangkan segala caci dengan menyebarkan salam dan mengikuti sunah yang diajarkan oleh nabi saw
Agama Allah mengajak kita saling menyanyangi, perumpamaan kita diantara muslim diantara satu jasad, jika satu anggota sakit maka yg lain akan merasakan sakitnya
Selalu beramal yg baik dan mengajak orang kebaikan dan siapa yg melakukan itu akan mendapakan pahala yg besar disisi Allah
Selayakanya kita mengangkat tangan kita agar Allah menjauhkan musibah buat kita, jangan2 diantara kalian ada seorang yg soleh yg Allah mengkabulkan doanya, kita adalah hamba Allah dan kita akan memperb arui janji Allah dengan mengucapkan dua kalimat syhadat dan ini adalah akidah ahlussunah wal jamaah
Semoga bermanfaat

keutamaan penduduk yaman dan alqur’an dan hadits (Negeri Para Nabi dan Habaib) Posted on April 11, 2013 by admin (keutamaan penduduk yaman dan alqur’an dan hadits)

Bumi Nabi-nabi… Yaman – keutamaan dan keberkahannya- Yaman merupakan salah satu negara di jaziroh arab, letaknya berdekatan dengan negeri tauhid Saudi Arabia, Yaman merupakan salah satu tonggak sejarah dalam islam, mempunyai banyak sekali keutamaan, telah masyhur dalam kitab-kitab sejarah islam betapa banyaknya keutamaan serta kebaikan yang Allah subhanau wa ta’ala limpahkan kepada negeri ini, dahulu kala di masa jahiliyah maupun sesudah datangnya islam, berupa kemuliaan akhlak para penduduknya, para rosul dan nabi, keajaiban-keajaiban dunia, kerajaan-kerajaan bersejarah, para ahli sya’ir, para penulis kitab, para ulama, para fuqoha, ahli ibadah, ahli zuhud, dan selain daripada yang demikian. Keutamaan negeri Yaman dan ahlu Yaman… dalam Al-Qur’an Allah subhanahu wa ta’ala telah memberkahi negeri yaman, dan berfirman bahwa negeri saba’ (sebuah negeri di yaman) adalah sebuah negeri yang baik, sebagaimana difirmankan dalam Al-Qur’an surat Saba’ 15 : لَقَدۡ كَانَ لِسَبَإٍ۬ فِى مَسۡكَنِهِمۡ ءَايَةٌ۬ ۖ جَنَّتَانِ عَن يَمِينٍ۬ وَشِمَالٍ۬ۖ كُلُواْ مِن رِّزۡقِ رَبِّكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لَهُۚ ۥ بَلۡدَةٌ۬ طَيِّبَةٌ۬ وَرَبٌّ غَفُورٌ۬ (١٥) artinya : “Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda [kekuasaan Tuhan] di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. [Kepada mereka dikatakan]: “Makanlah olehmu dari rezki yang [dianugerahkan] Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. [Negerimu] adalah negeri yang baik dan [Tuhanmu] adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”. (15)” (QS. Saba’ 15) يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَن يَرۡتَدَّ مِنكُمۡ عَن دِينِهِۦ فَسَوۡفَ يَأۡتِى ٱللَّهُ بِقَوۡمٍ۬ يُحِبُّہُمۡ وَيُحِبُّونَهُ ۥۤ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلۡكَـٰفِرِينَ يُجَـٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوۡمَةَ لَآٮِٕمٍ۬‌ۚ ذَٲلِكَ فَضۡلُ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُ‌ۚ وَٱللَّهُ وَٲسِعٌ عَلِيمٌ) “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas [pemberian-Nya] lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Maidah 54) kaum yang Allah subhanahu wa ta’ala sebutkan di atas, sebagai kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah, mereka adalah bangsa yaman, sebagaimana datang penjelasan tafsir ayat di atas dalam hadits di bawah ini, عن جابر بن عبد الله قال :سئل رسول الله عن قوله تعالى : (فَسَوۡفَ يَأۡتِى ٱللَّهُ بِقَوۡمٍ۬ يُحِبُّہُمۡ وَيُحِبُّونَهُ) قال : هؤلاء قوم من اليمن Diriwayatkan oleh Imam Ath-tabrani dari sahabat jabir bin abdillah bahwasanya beliau berkata : rosulullah shalallahu alaihi wa sallam telah ditanya tentang firman Allah (“maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya“) beliau berkata : mereka adalah sekelompok kaum dari negeri yaman. Ahlu Yaman berbondong-bondong memasuki agama Allah عن أبي هريرة قال : لما نزلت : (إِذَا جَآءَ نَصۡرُ ٱللَّهِ وَٱلۡفَتۡحُ (١) وَرَأَيۡتَ ٱلنَّاسَ يَدۡخُلُونَ فِى دِينِ ٱللَّهِ أَفۡوَاجً۬ا (٢) ) قال رسول الله : أتاكم أهل اليمن, هم أرقّ قلوبا, الإيمان يمان و الفقه يمان و الحكمة يمانية Dari abi huroiroh berkata: tatkala diturunkan ayat (” Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. (1)Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, (2)” ) rosulullah shalallahu alaihi wa sallam berkata: penduduk negeri Yaman telah datang kepada kalian, mereka adalah orang-orang yang paling lembut hatinya, Iman itu ada pada yaman, dan Fiqih ada pada Yaman, dan hikmah ada pada yaman [HR. Imam Ahmad] عن ابن عبّاس قال : بينما النّبيّ بالمدينة إذ قال : الله أكبر ! الله أكبر !, جاء نصر الله و الفتح, و جاء أهل اليمن : قوم نقية قلوبهم ليّنة طباعهم, الإيمان يمان و الفقه يمان و الحكمة يمانية (أخرجه ابن حبّان في موارد الظّمآن و صحّحه الألباني) Diriwayatkan dari ibnu abbas : suatu ketika nabi berada di madinah tiba-tiba beliau bertakbir : Allahu akbar…. Allahu akbar telah datang pertolongan Allah dan telah datang penduduk yaman, suatu kaum yang bersih hati mereka, lembut tabiat mereka… imam itu ada pada yaman dan fiqih itu ada pada yaman dan hikmah itu ada pada yaman [HR. Ibnu Hibban] Keutamaan negeri Yaman dan penduduknya dalam lembaran sunnah rosulullah عن أبي هريرة قال : قال رسول الله : أتاكم أهل اليمن, هم أرقّ أفئدة و ألين قلوبا, الإيمان يمان و الحكمة يمانية (متفق عليه) قال الإمام البغويّ في شرح السنّة << هذا ثناء على أهل اليمن, لإسراعهم إلى الإيمان و حسن قبولهم إياه>> Dari Abu huroiroh beliau berkata : Rosulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda : penduduk negeri Yaman telah datang kepada kalian, mereka adalah orang-orang yang paling lembut hatinya, Iman itu ada pada yaman, dan hikmah ada pada yaman. [ HR. Bukhari-Muslim] Berkata Imam Al-Baghowi dalam kitab syarhus sunnah ketika menerangkan hadits di atas “yang demikian itu merupakan pujian kepada penduduk yaman, dikarenakan mereka adalah kaum yang bersegera dalam beriman kepada rosulullah, dan baiknya keimanan mereka kepada Allah subhanahu wa ta’ala” Ahlu Yaman adalah orang-orang yang pertama minum dari telaga rosulullah عن ثوبان أن نبي الله صلى الله عليه وسلم قال إني لبعقر حوضي أذود الناس لأهل اليمن أضرب بعصاي حتى يرفض عليهم Dari sahabat tsauban berkata : rosulullah shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda “sesungguhnya aku (nanti di akhirat) berada di samping telagaku, aku akan menghalangi setiap manusia yang akan minum dari telagaku sehingga penduduk yaman dapat meminum air dari telagaku terlebih dahulu, aku memukul dengan tongkatku sehingga mengalirlah air telaga tersebut sampai pada mereka. [HR. Muslim] Berkata Imam An-Nawawi menjelaskan kandungan hadits di atas : “hal tersebut merupakan karomah bagi ahlu yaman karena rosulullah shalallahu alaihi wa sallam mendahulukan mereka dalam hal meminum air telaga beliau, sebagai balasan atas kebaikan-kebaikan mereka dan bersegeranya mereka dalam memeluk agama islam” [Syarah Shohih Muslim] Nabi mendo’akan hidayah dan barokah kepada ahlu yaman عن أنس عن زيد بن ثابت رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم نظر قبل اليمن فقال اللهم أقبل بقلوبهم Dari sahabat zaid bin tsabit : bahwasanya nabi mengarahkan pandangannya ke arah negeri yaman, kemudian beliau berkata : Ya Allah… jadikanlah di hati mereka kelapangan dalam menerima islam [HR. Tirmidzi berkata Imam Al-Albani hadits hasan shohih] عن عبد الله بن عمر أنّ النبي قال : اللهم بارك لنا في يمننا….. Diriwayatkan dari abdullah bin umar bahwasanya nabi berdo’a : Ya Allah berkahilah kami pada Yaman kami (negeri Yaman) [HR. A-Bukhari] Rasulullah mendo’akan dengan hidayah dan keberkahan tidaklah yang demikian itu beliau lakukan melainkan karena keutamaan dan kebaikan pada sesuatu yang beliau do’akan, dan pada hadits di atas merupakan penetapan akan keutamaan negeri yaman berupa barokah dari do’a rosulullah. Bersegeranya ahlu yaman dalam menyambut dakwah islam عن عمران بن حصين قال عبد الرحمن جاء نفر من بني تميم قال وكيع جاءت بنو تميم إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال أبشروا يا بني تميم قالوا يا رسول الله بشرتنا فأعطنا قال عبد الرحمن فتغير وجه رسول الله صلى الله عليه وسلم قال فجاء حي من يمن فقال اقبلوا البشرى إذ لم يقبلها بنو تميم قالوا يا رسول الله قبلنا جئنا لنتفقه في الدين Diriwayatkan dari sahabat ‘Imron bin husein, beliau berkata : suatu hari aku berada di samping rosulullah shalallahu alaihi wa sallam tatkala datang kepada beliau sekelompok kaum dari bani tamim, maka berkata rosulullah shalallahu alaihi wa sallam kepada mereka, “aku sampaikan kepada kalian berita gembira (seruan kepada islam dan balasannya berupa surga), mereka berkata kepada rosulullah shalallahu alaihi wa sallam : engkau telah memberi kami kabar gembira, maka berilah kepada kami sesuatu (sebagai hadiah) –maka berubahlah wajah rosulullah- kemudian datang penduduk yaman menemui rasulullah, maka berkatalah rosulullah shalallahu alaihi wa sallam kepada mereka “ wahai para penduduk yaman aku sampaikan kepada kalian berita gembira (seruan kepada islam dan balasannya berupa surga) yang mana bani tamim tidak menerima kabar gembira tersebut dariku, ahlu yaman berkata kepada rosulullah shalallahu alaihi wa sallam : kami menerima seruan engkau, kami mendatangi engkau dalam rangka mempelajari agama.” [HR. Al-Bukhari] Penduduk yaman adalah sebaik-baik penduduk bumi عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، قَالَ : كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِطَرِيقٍ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ ، فَقَالَ : ” يُوشِكُ أَنْ يَطْلُعَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ ، كَأَنَّهَا قِطَعُ السَّحَابِ ، أَوْ قِطْعَةُ سَحَابٍ ، هُمْ خِيَارُ مَنْ فِي الأَرْضِ… Dari jubair bin muthim berkata : suatu ketika kami bersama rasulullah di suatu jalan antara makkah dan madinah, maka berkata rasulullah : hampir-hampir saja bangsa yaman melebihi kalian, seakan-akan mereka seperti gumpalan awan, mereka adalah sebaik-baik penduduk bumi. [HR. Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Al-Baihaqi,] Sebaik-baik lelaki adalah lelaki ahlu yaman عن عمرو بن عبسة السلميّ…. بل خير الرجال رجال أهل اليمن Dari sahabat ‘amr bin abasah rasulullah bersabda : sebaik-baik lelaki adalah lelaki penduduk yaman” [HR. Imam Ahmad, Al-Bukhari] Kegigihan ahlu yaman dalam menjalani ketaatan kepada Allah عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى … «إنه سيأتي قوم تحقرون أعمالكم إلى أعمالهم، قلنا: يا رسول الله، أقريش؟ … قال : لا و لكن هم أهل اليمن Dari abu sa’id al-khudri berkata : rasulullah berkata : “sesungguhnya akan datang suatu kaum yang kalian akan merasa minder jika membandingkan amalan kalian dengan amalan mereka” sahabat anas bin malik bertanya : wahai rosulullah, apakah mereka kaum dari kaum quraisy ? berkata rosulullah : “Tidak, akan tetapi mereka adalah kaum dari negeri yaman” [HR. Ibnu Abi Ashim,] Berkata Imam ibnu jarir ath-thabari dalam tafsirnya : “sesungguhnya Allah mendatangkan ahlu yaman pada masa kekhilafan umar bin khotob, kala itu sikap mereka terhadap ajaran agama islam merupakan yang paling baik diantara kaum-kaum yang lain yang memeluk islam [dari luar mekkah dan madinah] dan mereka pada waktu itu adalah kaum yang paling banyak memberi pertolongan kepada kaum muslimin. Keutamaan ahlu aden (penduduk kota aden) عن ابن عباس قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ( يخرج من عدن أبين اثنا عشر ألفاً ينصرون الله ورسوله ) ….. Dari Ibnu Abbas berkata : Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam berkata : akan keluar dari antara kota aden dan kota abyan 12.000 orang yang akan menolong agama Allah dan menolong Rasul-Nya